Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Mei 2011

Faktor "U"

Catatan:
- Banyak hal dalam kehidupan seseorang yang terjadi karena adanya berbagai macam faktor. Faktor-faktor yang mungkin saling mempengaruhi suatu kejadian dengan kejadian yang lain.
- Dalam tulisan ini aku ingin mengungkapkan kemungkinan adanya faktor "U" dalam kehidupanku sehingga tulisan ini ada.
- Pernah aku kirimkan sebuah majalah untuk sebuah rubrik, tapi tidak bisa dimuat. Once more, I'm just not lucky yet!
- Akhirnya aku publish di blog ini untuk menambah koleksi cemilan. Hehehehe.

Maharani Menulis:

Faktor "U"

Sudah beberapa hari ini saya tidak bisa tidur dengan cepat alias mata sulit langsung terpejam begitu kepala saya menyentuh bantal, tangan dan kaki saya memeluk guling, dan tubuh saya berbalut selimut di atas kasur yang sudah tidak empuk lagi. Hehehe.

Kenapa? Let’s find out. Seperti yang sudah kita ketahui, banyak penyebab susah tidur. Misalnya, faktor (a) banyak pikiran, stress dan pusing, (b) kelaparan, (c) insomnia, (d) jadi bat(wo)man karena kebanyakan begadang di malam hari sehingga jam tidur pindah di siang bolong atau (e) falling in love!

Jumat, 17 Desember 2010

Accident Prone

Catatan:
-Accident prone bisa diartikan sebagai kemalangan yang terjadi berturut-turut. Aku pernah mengalaminya dan itu menginspirasiku menulis cemilan ini.
-Pernah aku kirimkan sebuah majalah untuk sebuah rubrik, tapi tidak bisa dimuat. Once again, I'm just not lucky yet!
-Akhirnya aku publish di blog ini untuk menambah koleksi cemilan. Hehehehe.


Maharani Menulis:


ACCIDENT PRONE


Accident prone. Begitulah ungkapan yang dilontarkan teman saya, Ovi, saat saya menceritakan pengalaman (baca: kemalangan)  saya beberapa waktu lalu selama tiga hari bertutut-turut. Accident prone dalam bahasa Indonesia berarti mudah celaka atau bila menurut saya lebih tepat diperibahasakan menjadi sudah jatuh tertimpa tangga pula.

Hari pertama. Bertepatan dengan jatah saya off dari kerjaan selama dua hari, perut saya sakit karena (maaf) saya dapat ‘jatah bulanan’. Pagi itu saya berencana mengunduh beberapa file di warnet (warung internet) sebelum saya pulang ke Kebumen sore harinya. Karena warnetnya tidak begitu jauh, kira-kira 15 menit naik bis atau kurang lebih 40 menit jalan kaki, saya memutuskan untuk berjalan kaki saja (I am used to walk, by the way). Selain saya punya beberapa alternatif jalan pintas, cuaca pagi itu cukup bersahabat, sejuk dan tidak panas sehingga dengan semangat saya pun mulai melangkahkan kaki. Hitung-hitung olahraga pagi biar lebih sehat.

Saya baru berjalan kira-kira sepuluh menit ketika sampai di salah satu jalan alternatif. Biasanya saya jarang sekali lewat jalan itu, tapi pagi itu saya iseng-iseng lewat sana. Dan ternyata keisengan saya berbuah keisengan orang lain. An unknown perverted man who rode motorcycle insulted me by poking (sorry) my b*tt when he passed me by. Kejadiannya berlangsung cepat dan mendadak sehingga saya tidak curiga ketika mendengar deru sepeda motor di belakang saya. Saya juga tidak sempat menghindar atau bereaksi keras. Saya hanya bengong sambil mengumpat: s*it setelah dia melancarkan aksinya. Fiuh.

Kamis, 09 Desember 2010

Berhenti Berharap Berlebihan (3B)

Catatan:
-Terinsiprasi artikel di Femina No.46.
-Pernah aku kirimkan sebuah majalah untuk sebuah rubrik, tapi tidak bisa dimuat. I'm just not lucky yet!
-Akhirnya aku publish di blog ini untuk menambah koleksi cemilan. Hehehehe.


Maharani Menulis:


BERHENTI BERHARAP BERLEBIHAN (3B)


USIA 25+ MAKIN SUSAH JATUH CINTA, demikian judul salah satu artikel yang tertera di halaman muka FEMINA 46. And WOW!! It’s me, begitulah yang terbersit di benak saya saat membacanya. I am woman, over 25 years old, single, and hard to falling in love. What a coincidence.

Selesai membaca artikelnya segera saja saya mengambil ponsel dan mengetik sms yang isinya: Siang. Hehehe. Cuma mau sharing aja. Judul sampul Femina baru. Usia 25+ makin susah jatuh cinta. Reaksiku: That really suits me. Oh, L.O.V.E, where the hell are you? Yang kemudian saya kirimkan ke beberapa orang teman dan balasan mereka di antaranya:

Nia: (yang sepertinya mencoba mengingatkan saya) Bukannya Mbak jatuh cinta sama Matsujun? (Saya: I do fall for him).
Soal Matsujun adalah pengecualian---ini pembelaan saya. Kenapa? Karena jatuh cinta pada idola adalah hal yang wajar, kan? Hehehe…. Matsujun atau lengkapnya Matsumoto Jun adalah seorang idola yang berasal dari Negeri Sakura. Jun-chan, begitu panggilan sayang saya untuknya, adalah salah satu anggota boysband yang cukup terkenal di Jepang bernama ARASHI yang berada di bawah naungan Johnny Entertainment. Selain menyanyi, dia juga bermain dorama (istilah untuk serial TV di Jepang). Like in romantic movie, I fall in love with him at first sight. Setahun lalu, tepatnya 19 April 2008, sebelum tidur, saya menonton dorama Gokusen I (2002) yang iseng-iseng saya pinjam dari rental and minutes passed by, he showed up, and I’m captivated with him. Pagi harinya saya langsung ke warnet (warung internet), buka google, ketik keyword: Shin Sawada, Gokusen. Lalu muncullah nama Matsumoto Jun, ARASHI. Sejak itu saya pun mulai mencari dan menonton dorama-doramanya sampai sekarang. Juga lagu-lagu ARASHI yang kemudian membuat saya kembali bersemangat belajar Bahasa Jepang lagi (saya pernah mendapatkan kuliah Bahasa Jepang selama 2 semester di bangku kuliah.) If I may tell you honestly, falling in love with Jun-chan and learning Japanese make me dream of one big thing: someday I want to fly to Japan to greet him face to face and ask him personally to play role one of my character in my stories (well, actually I’m writer wannabe, hehehehe.) And I pray with all my heart and strengths this dream will come true soon. Terkadang dalam doa, saya berbisik: Jun-chan, matte kudasai ne! (Jun-chan, tunggu aku, ya!) Jadi, kembali ke topik masalah, jatuh cinta pada idola tidak termasuk dalam kategori jatuh cinta dalam kamus saya. Tapi, kalau suatu saat saya ‘dijatuhi cinta’ balik oleh Jun-chan, saya pastikan kamus saya akan direvisi, hehehehe.)

Rabu, 08 Desember 2010

Kapan Kawin?

Catatan:
-Karena seringkali ditanya “Kapan kawin?”, maka lahirlah tulisan ini. Uhm.... Padahal aku belum pernah kawin apalagi hamil, kenapa aku bisa melahirkan, ya? Hahahaha. Oooops... Kalau menemukan ide ibarat proses kawin dan mengolah ide adalah hamil, maka ketika sudah tiba saatnya ide tersebut dikeluarkan menjadi tulisan, maka tulisan itu adalah sesuatu yang dilahirkan. Jadi, yeah, begitulah. Uhm... weird analogy?! Whatever!
-Pernah aku kirimkan ke sebuah majalah untuk sebuah rubrik, tapi tidak ada kabarnya sampai sekarang.
-Akhirnya aku publish di blog ini untuk menambah koleksi cemilan. Hehehehe.


Maharani Menulis:


Kapan kawin?



Tentunya kita masih ingat dialog iklan sebuah merk rokok (bukannya promosi, lho) yang dibintangi Ringgo Agus Rahman beberapa waktu lalu. Yang kira-kira begini: “Kapan kawin?” tanya seorang ibu padanya. “May,” jawabannya itu terdengar berbunyi ‘Mei’. “Oh, Ringgo mau kawin bulan Mei,” ujar sang Ibu, yang dilanjutkan Ringgo dengan enteng. “Maybe yes, Maybe no,”

Kawin. Menikah. Berumah tangga. Married. Atau apalah istilahnya, suatu saat pastilah akan dialami atau setidaknya diinginkan oleh hampir setiap orang. Hanya masalah waktu alias kapan hal itu akan terlaksana saja yang berbeda-beda. Karena setiap orang punya target atau rencana sendiri-sendiri. Misalnya, si A setelah umur sekian. Si B setelah punya rumah sendiri. Atau Si C bila sudah ketemu pasangan yang cocok. Hmm… saya banget, tuh….

Menikah dan pasangan adalah dua hal yang saling berkaitan. Bila hendak menikah, pastilah harus ada pasangannya. Bila sudah punya pasangan, barulah bisa menikah. Pasangan yang saya maksud tentu saja pasangan heterogen, bukan homogen. Tapi, terkadang sudah ada pasangan pun belum tentu bisa menikah. Alasannya bisa macam-macam: belum siap, tidak cocok, kurang sreg, atau bukan jodohnya (?) dan banyak lagi. Apalagi yang belum punya pasangan. Hmm….lagi-lagi saya banget….

Rabu, 01 Desember 2010

Grey Wednesday

Catatan:
Tulisan berikut merupakan tulisan non cerpen pertamaku yang dimuat di Majalah, tepatnya Majalah  CHIC No. 10. 7-12 Mei 2008 di rubrik My Point of View. Sebenarnya tulisan ini lebih tepat disebut artikel (curhat). Hahahaha.


Maharani Menulis:

GREY WEDNESDAY*


Kalau orang-orang punya istilah I hate Monday, Freaky Friday atau Happy Sunday untuk menggambarkan hari-hari dalam hidup mereka, saya juga punya istilah sendiri yaitu Grey Wednesday alias Rabu Kelabu. Ceritanya begini.

Saya adalah seorang karyawan di sebuah tempat persewaan buku sekaligus vcd dan dvd film. Kantor kami beroperasi 12 jam per hari dari jam 09.00 hingga jam 21.00, dengan dua shift yang terdiri dari 2 orang tiap-tiap shift selama 6 jam, dan masing-masing karyawan mendapat jatah one day off a week yang berbeda-beda tergantung kesepakatan bersama. Dalam seminggu kami memiliki dua hari sibuk yaitu Senin dan Rabu. Pada dua hari tersebut buku-buku baru terutama jenis komik datang. Kalau pada hari Senin buku baru yang datang hanya berkisar  antara 7 sampai 10 judul buku dengan jumlah eksemplar 2 sampai 3 untuk disewakan. Pada hari Rabu buku baru yang datang bisa mencapai 10 sampai 20 judul dengan jumlah eksemplar 3 sampai 5 untuk disewakan.